Minggu, 13 April 2014

Asal Jangan Rawon

"Ndre, rumah bude lo dimana? Ini kok kita muter-muter gini?" Jajang mulai cemas.
"Tenang, bentar lagi nyampe kok," Andre mengambil handphone, "Hallo, bude? Rumah bude dimana ya?"
"Anjas... lo juga nggak tau?.."

Jajang dan Andre ternyata sedang pergi ke Djogjakarta, tepatnya ke rumah budenya Andre. Seperti biasa, liburan ngampus seusai UAS kali ini mereka pergi berlibur bersama.

"Eh Jang, kita kayaknya nginep di wisma aja deh, gue nggak hafal jalan."
"Ya udah deh, mau dimana? Mending di Malioboro aja yuk?"
"Itu yang ada di pikiran gue juga, Jang! Capcus!"
"Tapi lo tau nggak jalan ke Malioboro?"
"Nggak, Jang."
"Selaw Ndre, ada google maps!"

Penyelamat di perjalanan.

Akhirnya mereka pergi ke Malioboro dan menginap di wisma yang ada disana. Hari pertama mereka habiskan dengan berkeliling di Malioboro, pusat belanjanya Djogjakarta.

"Jang, lo mau beli oleh-oleh apa?"
"Baru hari pertama Ndre, ntar aja beli oleh-olehnya, selaw."
"Iya sih, tapi gue takut lupa, Jang."
"Mending sekarang kita wisata kuliner aja, yuk?"
"Boleh juga tuh ide lo! Capcus!"

Lalu mereka pergi ke sebuah angkringan di sekitaran Malioboro.

"Makanan yang nggak boleh dilewatin kalau di Djogja ya sayur rawon, iya nggak Ndre?"
"Iya bener, gue pengen banget makan sayur rawon nih."
"Makan opo mas?" mbak angkringan bertanya.
"RAWON mbak!" Jajang dan Andre dengan tegas menjawab.

Setelah selesai makan, mereka kembali ke wisma untuk beristirahat.

"Anjas, sayur rawonnya enak banget ya Jang? Gue pengen makan lagi besok ah."
"Iya bener Ndre, gue ketagihan nih kayaknya."

Keesokan harinya mereka kembali membeli sayur rawon, lusa, dan hari berikutnya pun sama, sayur rawon. Hingga sekitar seminggu mereka disana.

"Ndre, kayaknya gue udah bosen deh makan sayur rawon."
"Gue juga Jang. Pengen makan ketoprak aja dah gue."
"Kalau gue sih pengen makan yang lain asal jangan rawon aja."
"Iya bener, kita makan yang lain aja yuk?"
"Ya udah, berangkat kita."

Mereka pergi ke angkirangan.

"Makan opo mas?" mbak angkringan seperti biasa menerapkan standar marketing-nya, bertanya.
"Apa aja mbak, asal jangan rawon aja deh!" jawab Jajang.
"Saya juga mbak!" sahut Andre.

Tak lama akhirnya makanan mereka datang, dan yang mereka dapatkan adalah sayur rawon lagi.

"Ndre, kok kita dikasih rawon lagi sih? Tadi kan udah bilang jangan rawon?" Jajang berbisik.
"Iya nih, gue aja bingung Jang. Tapi nggak enak juga kalau kita nggak makan, gimana?"
"Ya udah makan aja deh."

Lalu mereka menghabiskan makanannya, namun ini adalah puncak dari kebosenan mereka. Mereka tak ingin lagi berlama-lama di Djogjakarta karena sudah muak dengan sayur rawon. Akhirnya mereka pulang. Mereka ke rumah Andre dulu, karena mobil yang mereka pakai memang punya orang tua Andre.

"Assalamu'alaikum, mah!" ucap Andre selagi Jajang sedang mengeluarkan pakaian kotor mereka dari mobil.
"Wah, anak mamah udah pulang, kata bude kalian nggak ke rumah bude?" mamahnya Andre membukakan pintu.
"Iya mah, Andre nggak tau jalan, hehe."
"Terus kalian tinggal dimana?"
"Di wisma di daerah Malioboro."
"Tapi bukannya liburnya itu satu bulan ya?"
"Iya mah, kita bosen aja disana, masa tiap kita beli makan dikasihnya rawon lagi rawon lagi."
"Bener tante, kita bosen banget. Padahal kita udah bilang sama si mbak yang jualnya, 'Apa aja asal jangan rawon,' tapi tetep aja dikasih rawon lagi, ngeselin banget." Jajang ikut membenarkan argumen Andre.
"Hahahahahaha," mamahnya Andre tertawa
"Kok ketawa, Mah?" Andre kebingungan, dan Jajang hanya cengo.
"Kalian ini gimana sih, jangan itu kalau di bahasa jawa artinya sayur, jadi kalian itu minta ke si mbaknya makan apa aja asal sayur rawon, hahahaha."
"Yang bener, Mah?" Andre terkejut.
"Lah? Ndre, lo kan orang jawa masa nggak ngerti? Aduh apes dah gue," ucap Jajang.
"Walau gue orang jawa tapi gue nggak ngerti bahasa jawa, Jang. Lo juga kenapa nggak ngerti? Ah..."
"Kan gue orang sunda, Ndre..."
"Eh, ngomong-ngomong oleh-olehnya mana?" sambar mamahnya Andre.
"...", Andre dan Jajang lupa membeli oleh-oleh...




Minggu, April 13, 2014
Gimana postingan gue? Lumayanlah, lumayan ancur. Jangan lupa komentarnya biar blog ini sedikit lebih rame. Tanpa kalian blog ini hanyalah butiran debu. Makasih sebelumnya.

7 comments:

  1. haaha sampe bosen makan rawon, padahal kan enak ya rawon. Jadi ngiler :lepitroll::

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau kebanyakan ya gitu, haha :lepiming:

      Hapus
  2. Asal sayur rawon. hahaha. :lepisee:

    BalasHapus
  3. eh rawon itu bukannya makanan ber-daging sayurnya cuman toge doank.
    mungkin pertanyaan diatas benar kalau situ nyertain foto rawonnya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. yups itu, bisa googling hehe :lepiming:

      Hapus
  4. Artikel yang sangat menarik :D

    http://clayton88.blogspot.com | http://kagumiterus.blogspot.com/ |
    http://informasiberitatop.blogspot.com | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1sUU8dl | http://bit.ly/1ZIdBJv | http://bit.ly/1YjeNnK | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1sAwovI | http://bit.ly/1UobCKp | http://bit.ly/1S0ZSYr | http://bit.ly/1ZIehP9 | http://bit.ly/1UL7Ia5 | http://bit.ly/1WKgJqp | http://bit.ly/1YjeNnK

    BalasHapus

Pake Lepicon biar lebih greget komentarnya:

:3 3) :) :' :/ :| :v :@ :o :$ O) :D B) ;) :p :y :x :* :( :s

Dan ini beberapa lepicon yang diadaptasi dari rage face yang cukup terkenal:

:lepids: :lepifuck: :lepigusta: :lepilol: :lepimean: :lepiming: :lepino: :lepiokay: :lepireally: :lepisee: :lepitroll: :lepitrue: :lepiwhat:
 
Kembali ke atas